Ciptakan Produk Unggulan Bernilai Ekonomi Melalui Bursa Inovasi

oleh -480 views

Seputarmuria.com, PATI – Demi menampilkan potensi yang dimiliki tiap desa serta mendongkrak pengembangan potensi desa guna memberdayakan perekonomian masyarakat, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Cluwak bersama Pemerintah Kecamatan Cluwak mengadakan Bursa Inovasi Desa, Rabu (31/7/2019).

Kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Cluwak tersebut diikuti 12 desa yang menampilkan produk inovasi unggulan masing-masing.

“Targetnya kemarin 13 desa ikut semua. Tapi ada beberapa desa yang tidak bisa ikut karena ada kegiatan sendiri,” ujar Ketua Panitia Supriyanto.

Ia mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan setiap desa akan memiliki produk unggulan bernilai ekonomi.

“Saya harap kegiatan ini berkelanjutan. Sehingga ke depan masyarakat tidak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah, melainkan bisa berdaya dari hasil inovasi produk unggulan masing-masing desa,” ungkapnya.

Supriyanto meyakini, Kecamatan Cluwak memiliki potensi agrowisata yang bisa dikembangkan melalui berbagai inovasi. Menurutnya, sebagai salah satu produsen alpukat di Jawa Tengah, Cluwak pernah berprestasi dalam kejuaraan agrowisata tingkat provinsi.

Senada dengan Supriyanto, Camat Cluwak Dwi Nuryanto berharap digelarnya Bursa Inovasi Desa dapat mengembangkan potensi masing-masing desa, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi Cluwak sangat banyak. Terlebih yang berhubungan dengan sumber daya alam dan olahan hasil bumi. Diantaranya yaitu buah-buahan, tepung mocaf, madu, dan aneka kerajinan. Ini jika dikembangkan, tentu akan berdampak luar biasa,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Nuryanto begitu mengapresiasi mahasiswa KKN Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) yang telah berkontribusi pada penyelenggaraan acara tersebut.

“adanya mahasiswa KKN IPMAFA di Cluwak ini berdampak positif. Sebab mereka bisa menggerakkan masyarakat desa untuk menumbuhkan semangat berinovasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Korcam Cluwak KKN IPMAFA Athourrohman Said mengatakan, kontribusi mahasiswa dalam kegiatan ini ialah menggerakkan masing-masing desa agar menampilkan produk inovasinya.

“Kegiatan ini luar biasa, sebab secara tidak langsung dapat membangkitkan potensi desa agar dikenal masyarakat luar. Jadi semacam wadah sosialisasi untuk mengangkat potensi desa,” ucapnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *