Capaian Kinerja Polres Pati Selesaikan Sejumlah Kasus

oleh -392 views

Seputarmuria.com , PATI – Jelang akhir tahun 2019, Polres Pati menggelar konferensi pers terkait capaian kinerja jajaran Polres Pati selama kurun 1 tahun terakhir, Sabtu (28/12/2019).

Adapun capaian penyelesaian sejumlah kasus diantaranya ialah, tentang minuman keras. Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun menyebut, kasus minuman keras kedepan akan jadi perhatian khusus, karena dampak minuman keras sangat berpengaruh pada tingkat kejahatan.

Untuk diketahui bahwa, meski Peraturan Daerah (Perda Miras) yakni nomor 22 tahun 2002 tengah memasuki proses penggodokan kembali di DPRD Pati namun, upaya pemberantasan miras dan perjudian tak pernah berhenti.

“Hal ini karena, pada tahun 2019 ini meningkat tajam dibanding dengan tahun 2018. Untuk satu bulan desember saja, Polres Pati menangkap 74 orang penjual minuman keras tak berijin dengan mengamankan barang bukti berupa 3.721 botol miras dari berbagai merk”, ujar Kapolres.

Sedangkan, untuk kasus miras tahun ini, berdasarkan hasil operasi mencapai 7698 botol dibanding tahun sebelumnya yang memperoleh barang bukti sitaan 3509 botol miras. Meski demikian, ternyata jumlah pelaku yang ditindak hanya berbeda 1 yakni dari 173 menjadi 174.

“Untuk kasus perjudian, tahun ini kami Polres Pati pun telah memberikan bukti meskipun hanya beberapa hari persiapan, yaitu sebanyak 23 pelaku judi botoh pilkades berhasil diamankan petugas”, ungkapnya.

Tak hanya itu, kasus peredaran narkoba juga tak luput jadi perhatian serius. Hal ini lantaran, peredaran baik sabu sabu, tabret tryhight cukup meresahkan masyarakat.

“Tahun 2019 Sat Narkoba berhasil mengamankan 73,75 gram sabu dan barang bukti lainnya dengan 44 tersangka”, ucapnya.

Kemudian, lanjut Kapolres, salah satu yang tak kalah penting adalah banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas, lengkap dengan anomali atau tren kecelakaannya.

Ia mengatakan, kasus kecelakaan lalu lintas di Pati pada tahun 2019 ini mengalami peningkatan baik jumlah kecelakaan maupun korbannya.

“Ini menjadi perhatian serius kita agar di 2020 angka ini bisa kita tekan semaksimal mungkin,” kata AKBP Bambang YS.

Dari data yang disampaikan itu, dalam setahun terakhir, kerugian material total dari seluruh kecelakaan mencapai lebih dari 1 miliar. Dari data tahun sebelumnya yang kerugian materinya mencapai 657 juta.

“Jumlah korban meninggal juga meningkat dari 183 menjadi 197. Jumlah laka lantasnya meningkat fantastis 1498. Data tersebut adalah data kecelakaan yang masuk laporan ke Polres Pati”, terangnya.

Kapolres menyebut, kecelakaan tunggal didominasi sepeda motor, dengan rata-rata waktu kecelakaan pukul 06.00 – 09.00. Korbannya rata-rata karyawan swasta sebanyak 977 kasus, pelajar 247 kasus. Dari faktor usia didominasi usia 21-30 tahun.

“Kalau jenis pelanggaran lalu lintas, terbanyak didominasi pelajar/ mahasiswa sebanyak 10.157 kasus. Pelanggaran utamanya tidak menggunakan helm, disusul tidak dilengkapi surat kendaraan, dan melanggar marka”, tegasnya.

Dan untuk mobil didominasi mereka yang tidak menggunakan sabuk keselamatan dan pelanggaran rambu/ marka. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *