Bupati Sebut Sertifikat Tanah Dapat Dimanfaatkan sebagai Modal Usaha

oleh -308 views

Seputarmuria.com, PATI – Bupati Pati Haryanto menyerahkan sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 kepada masyarakat Desa Lengkong, Kecamatan Batangan, Kamis (21/11/2019). Ini merupakan hari kedua setelah di hari sebelumnya dilakukan penyerahan sertifikat di 3 desa yaitu Desa Arumanis, Desa Srikaton dan Desa Trimulyo.

Seremoni penyerahan 150 sertifikat tersebut dilaksanakan di balai desa setempat.

Kepala Desa Lengkong Yashadi mengatakan, terhitung sejak 2016, Desa Lengkong telah empat kali berturut-turut mendapatkan program PTSL.

Tahun 2016, 50 bidang tanah di Desa Lengkong telah tersertifikasi melalui PTSL.

“Kemudian 2017, 150 bidang. 2018, 200 bidang. Lalu 2019 ini 150 bidang. Hingga kini, tanah di Desa Lengkong yang belum bersertifikat tinggal antara 20-25 bidang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati Yoyok Hadimulyo Anwar mengatakan, Desa Lengkong bisa mendapat program PTSL empat tahun berturut-turut ialah atas kerja keras seluruh perangkat desa.

Ia mengatakan, sertifikat PTSL ini merupakan bukti sah kepemilikan tanah yang akan dimiliki secara turun-temurun. Dan sah secara hukum.

“Program ini dapat meminimalisasi risiko adanya sengketa tanah. Sebab, dalam sertifikat batas tanahnya jelas, nama pemiliknya jelas, dan seterusnya,” ucapnya.

Yoyok menegaskan pada tahun 2023, ditargetkan seluruh bidang tanah di Kabupaten Pati telah terdaftar dan bersertifikat.

Bupati Pati Haryanto yang juga berkesempatan hasir sekaligus menyerahkan sertifikat secara simbolis mengatakan program PTSL ini, tidak semua desa bisa dapat. Meski para Kades sudah berusaha mengakomodir warga, pelaksanaannya tetap tidak bisa sekaligus, tetap bertahap.

Ia kembali menegaskan bahwa PTSL merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat.

“Jika tidak melalui program ini, mengurus sertifikat tanah sangat mahal,” ungkapnya.

Mengetahui banyak di antara masyarakat setempat yang bermatapencaharian sebagai petani maupun pedagang garam, Haryanto mempersilakan mereka menggadaikan sertifikat tanah untuk mendapat tambahan modal.

“Bisa digunakan nyetok garam, misalnya. Meskipun saat ini harga garam sedang turun, siapa tahu nanti naik. Karena perdagangan komoditas memang naik-turun. Namun, saya doakan harga garam segera naik,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *