Bupati Sebut Penanganan Kebakaran dengan Cepat Bisa Pangkas Angka Kemiskinan

oleh -6 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT. Semen Gresik Pabrik Rembang Syaichul Amin mengutarakan jika bantuan kepada 13 korban kebakaran di rumah dinas bupati, Rabu (11/9) ini diharapkan dapat sedikit membantu meringankan beban korban kebakaran yang ada di Rembang.

“Dengan adanya kepedulian Semen Gresik ini mudah-mudahan bantuan sedikit ini dapat meringankan beban dari bapak ibu sekalian,”kata dia mengawali sambutannya.

Ia menilai, adanya insiden ini tentunya akan dapat memberikan hikmah yang mendalam. Dan semoga ke depannya bisa bangkit lagi untuk melaksanakan rutinitas sehari-hari.

“Dari kejadian itu bisa membawa hikmah, di balik itu pasti ada hikmah, ini semakin memberikan semangat rasa sabar. Dan mudah-mudahan bermanfaat bagi bapak ibu sekalian,”katanya.

Kemudian saat ditanya perihal belasan korban kebakaran yang diberikan bantuan saat ini, ia merinci bahwa korban tersebut yang mengalami musibah kebakaran pada bulan Juni hingga September 2019 ini.

“Itu korban yang mengalami musibah pada Juni sampai September ini. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa bermanfaat ke depannya,”harapnya.

Di sisi lain, Bupati Rembang Abdul Hafidz menilai jika pemberian bantuan kepada korban musibah kebakaran ini secara tak langsung bisa memangkas angka kemiskinan di Rembang.

“Korban ini merupakan rumahnya yang terbakar pada beberapa bulan lalu. Tentunya musibah ini memang tak ada niat untuk membakar rumah,”candanya sembari memberikan sambutan demi mencairkan suasana sebelum pemberian bantuan.

“Jadi pemerintah tentu menanggapi dari kejadian ini dengan membantu mengurangi kesedihan. Sebab ini juga bsia dikaitkan dengan program kemiskinan,”bebernya.

Hafidz merinci jika di tahun 2019 angka kemiskinan di kota garam masih di kisaran angka 15 persen. Sehingga pihaknya selalu merespon kejadian musibah kebakaran yang menimpa warganya itu dengan menggandeng perusahaan plat merah atau swasta yang sudah beroprasi di kota ini. 

Dengan demikian, angka kemiskinan yang memang ditimbulkan dari musibah bisa sedikit memangkas prosentase itu.

“Angka kemiskinan kita masih tinggi. Dan saat ini masih 15 persen, rangking 7 dari belakang, memang kemiskinan ini bisa turun, jika ditanggapi dengan cepat dan tepat. Dan angka kemiskinan itu bisa bertambah jika kejadian itu tak segera direspon,”ucap Hafidz.

“Kami menggandeng BUMN, kemudian swasta, perusahaan yang memang menjadi komitmen bersama, saat kita (Pemkab) memberikan ijin, dan itu harus ada pemberian kesejahtraan di masyarakat. Termasuk ya 13 orang kena musibah kabakaran ini,”pungkasnya.

Perlu diketahui, dari ke 13 orang yang terkena musibah kebakaran sejak Juni hingga September 2019 ini ialah sebagai berikut : Suwono, Sukawi, Reso dari Sendangmulyo Kecamatan Bulu.

Kemudian ada Salamun, Suparno, Ahmad Hamami, Ngalima dari Babak Tulung Kecamatan Sarang.

Sementara itu di Desa Jatiadi Kecamatan Sumber ada Supardi. Sedangkan Rukin asal Desa Jadi Kecamatan Sumber. Untuk di Kasreman Kecamatan Rembang ada Shaefudin. Selain itu ada Wasinah warga Bogorame Kecamatan Sulang dan terakhir Kaspri warga Warugunung Kecamatan Bulu serta Remiatun warga Sridadi Rembang. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *