Bupati Sebut Kopi Pati tak Kalah dengan Merk Terkenal

oleh -445 views

Seputarmuria.com, PATI – Hadir dalam acara Festival Kopi 2019 yang bertempat di Plaza Pragolo Pati, Minggu (29/9/2019), Bupati Pati Haryanto menyebut bahwa event semacam ini digelar semata – mata untuk mengenalkan produk daerah.

“Kita mempromosikan produk lokal serta wisata yang mana sudah kita bikin Peraturan Bupatinya maupun regulasi yang mendukung. Agar produk – produk asli warga Pati ini dikenal masyarakat lebih luas”, ujarnya saat memberi sambutan.

Haryanto mengatakan, yang namanya merintis usaha memang bertahap. Tak selamanya Pemkab terus – menerus menuntun para pelaku usaha maupun pedagang. Sebab, kewajiban Pemkab ialah memfasilitasi.

“Branding kopi di Pati sudah ada 200 an. Kalau saya boleh jujur, kopi produk internasional (Red, Starbucks), itu lebih enak kopi dari kita. Namun, memang produk kita kalah branding dengan produk bermerk lainnya sebab yang namanya branding memang butuh waktu. Semua harus dapat melihat pangsa pasar. Zaman dulu, kopi identik dinikmati oleh orang tua. Namun sekarang, mulai dari anak – anak, remaja dan dewasa pun minum kopi”, paparnya.

Bupati kembali menyebut bahwa memasarkan kopi di zaman sekarang, lebih mudah sebab pangsa pasarnya semakin meluas. Berbeda dengan zaman dahulu yang pasar nya tak seluas sekarang.

“Potensi kopi di Pati ini luar biasa. Jadi nanti saya berharap bahwa semua pelaku usaha kopi serta komunitas, dapat menyatu guna mengangkat kopi Pati. Jangan ada prasangka hal tersebut sebagai sebuah persaingan”, pungkasnya.

Usai sambutan, Bupati Pati ditemani Wakil Bupati Pati, Sekda, Forkopimda dan jajaran OPD mengelilingi stand kopi dari sejumlah wilayah di Pati yang berpartisipasi dalam event Festival Kopi 2019.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kabupaten Pati, Riyoso mengatakan, digelarnya Festival Kopi ini dengan mengingat serta menimbang atas potensi kopi yang ada di Pati.

“Apabila ada yang bertanya apa peranan pemkab? Peranan pemkab yaitu memfasilitasi dan membuat regulasi. Yang harapannya adalah kesempatan ini mampu ditangkap oleh para pelaku IKM, UKM serta warga masyarakat umum. Serta harus dapat mengubah pemahaman bahwa Disdagperin satu – satunya dinas yang harus menjualkan produk – produk lokal, itu kurang benar”, ucapnya.

“Salah satu pelaku usaha kopi yakni Kenjo Kopi asal Desa Bageng, mendapatkan juara lima tingkat nasional dalam uji cita rasa. Ini tentunya menunjukkan bahwa potensi kopi di Pati memang luar biasa”, tandasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *