Bupati Pastikan, Kelapa Kopyor Asal Pati Telah Tersertifikasi

oleh -539 views

Seputarmuria.com, PATI – Kelapa kopyor memang cocok jika budidayanya di wilayah Pati bagian Utara. Mulai dari Kecamatan Margoyoso, Tayu serta Dukuhseti.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pati Haryanto yang didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin saat menghadiri acara petik kelapa kopyor, penyerahan bibit kelapa serta penyerahan perangkap hama yang bertempat di Kebun Paradiso Ngagel, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Selasa (8/10/2019).

“Kita di Kabupaten Pati itu di anugrahi SDM maupun SDA yang luar biasa. Terlebih di wilayah utara ekonomi masyarakatnya memang berbeda – beda menyesuiakan dengan usahanya masing – masing”, ujarnya.

Bupati menegaskan, yang terpenting, kelapa kopyor asal Kabupaten Pati sudah tersertifikasi. Layaknya juga seperti jeruk pamelo. Dengan demikian, kelapa kopyor pun tidak bisa diakui oleh daerah lain.

“Apapun yang ada dan kita punya, harus dapat dikelola dengan baik”, ajaknya.


Tak hanya itu, ia pun mengingatkan, kalau bisa, mengangkat kelapa kopyor ini tidak hanya sekadar seremonial saja, namun seluruh potensi yang ada.

Bupati menyebut bahwa, tujuan pemerintah kabupaten membina para masyarakat pelaku usaha, agar ekonominya dapat meningkat. Sebab, apabila ditangani tidak serius, hasilnya tidak maksimal. Namun kalau serius, hasilnya pun akan meningkat.

“Saya selalu menyambut baik usaha yang berasal dari rakyat. Kami hanya membantu memfasilitasi saja bagaimana agar usaha masyarakat tersebut meningkat”, pungkasnya.

Dalam acara tersebut, juga dilanjutkan dengan penyerahan bibit kelapa kepada sejumlah kelompok tani beserta penyerahan perangkap hama. Kemudian, bersama – sama yaitu Bupati Pati, Wakil Bupati Pati dan Forkopimda memetik kelapa kopyor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertannak) Kabupaten Pati, Muhtar Effendy mengucapkan terima kasih kepada sejumlah kelompok tani dari wilayah Margoyoso, Tayu dan Dukuhseti yang telah hadir untuk menerima bantuan perangkap hama yakni kwang wung.

“Memang salah satu kendala kita dalam membudi daya kelapa kopyor ini lantaran gangguan dari kwang wung. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para kelompok tani, instansi, laboratorium Pati, provinsi dan pusat, juga belum menampakkan hasil maksimal”, ucapnya.

Pihaknya berharap, dengan penyerahan bantuan perangkap hama ini, dapat mencegah serta mengurangi gangguan hama. Sehingga budidaya kelapa kopyor pun dapat meningkat. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *