Bupati Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Pemudik Dengan Suka Cita

oleh -418 views

Seputarmuria.com, PATI – Sabtu (1/6/2019), Bupati Pati Haryanto bersama dengan Forkopimda melaksanakan penjemputan kepada para pemudik dari Jakarta pulang ke Kabupaten Pati. Dinas terkait seperti Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Pati serta Dinas Kesehatan turut serta dalam penjemputan ini.


Program mudik bareng gratis ini memang merupakan program dari pemerintah kabupaten Pati yang telah dicanangkan dalam beberapa tahun ini. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi para perantau di Jakarta yang ingin mudik jelang lebaran.


Bupati Pati Haryanto usai menyambut para pemudik mengatakan bahwa dalam memfasilitasi para pemudik, Pemkab Pati telah meningkatkan pelayanan yang awalnya 4 armada, kemudian bertambah jadi 6, dan di tahun ini menyediakan 8 armada bus.


“Kalau langsung banyak belum bisa, tahun depan kita upayakan agar dapat bertambah menjadi 10 armada bus. Yang jelas tiap tahun kita tingkatkan, sebab saya tahu bahwa warga Pati yang ingin mudik memang banyak”, ujarnya.


8 armada bus pemudik yang dinanti tiba di lokasi Terminal Kembang Joyo Pati pukul 22.50 WIB. Mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres Pati, Dandim 0718/Pati turut menghampiri pemudik yang turun dari bus. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi selama perjalanan pulang.


“Kan tidak semua yang mudik itu sukses, oleh karena itu kita fasilitasi 8 armada bus dengan kondisi yang prima. Semua itu demi kenyamanan hingga selamat sampai ke kampung halaman. Kalau harga tiket mahal dan dalam perjalanan pulang kurang nyaman kan kasihan, makanya kita fasilitasi”, tegasnya.


Terkait mekanisme yang digunakan, Haryanto mengungkapkan bahwa program ini dibantu oleh para komunitas maupun mahasiswa yang ada di Jakarta. Mereka berusaha mendata dan menginformasikan pada para perantau terkait program ini.


“Dibandingkan dengan daerah lain, kita termasuk Pemkab yang paling mandiri serta paling banyak dalam penjemputan ini. Selain itu, saya juga berpesan agar penghasilan yang di dapatkan para perantau, untuk digunakan silaturahmu maupun yang bermanfaat. Jangan digunakan untuk hura – hura”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *