BNPB Sebut Butuh 4,8 Juta Pohon Untuk Hijaukan Pegunungan Kendeng

oleh -38 views

Seputarmuria.com, PATI – Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan solusi agar warga tak mudah menebang dan menggunduli lahan di Pegunungan Kendeng yang berada di wilayah Kabupaten Pati bagian selatan.

Menurutnya, selain menanam tanaman keras yang punya nilai jual tinggi, penduduk setempat bisa menanam tumbuhan lain di sela-sela pohon tersebut.

Tanaman keras yang dimaksudkan di sini adalah tanaman yang mempunyai masa manfaat 20 tahun atau lebih, seperti misalnya pohon jati.

Sedangkan, tanaman di bawahnya dapat berupa tumbuhan rempah-rempah, dan tanaman lain yang punya nilai jual dan dibutuhkan oleh dunia industri.

“Kalau punya nilai jual kan kemungkinan kecil mereka akan menebangnya”, tutur Ketua BNPB Doni Monardo, Rabu (15/1/2020), saat diwawancara usai menghadiri kegiatan penghijauan Kawasan Pegunungan Kendeng di Desa Sumbersari Kecamatan Kayen.

Ia pun mengingatkan bahwa di Jawa Tengah banyak industri jamu yang tentu butuh pasokan rempah-rempah.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari International Trade Center yang dihimpun BNPB, saat ini kebutuhan global atsiri, aroma terapi, kosmetik, dan farmasi yang bersumber dari rempah-rempah, nilainya bahkan mencapai USD 427 Milyar.

“Negara kita dulu juga terkenal terkena sebagai penghasil penghasil rempah-rempah, bahkan salah satu perusahaan Belanda yang dikenal dengan VOC dulu bisa meraup untung hingga USD 7,9 triliun dari hasil penjualan rempah-rempah”, jelasnya.

Ia juga sempat menyinggung komoditi porang yang kini sedang populer dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan mie shirataki dan beras shirataki.

“Indonesia memiliki potensi sebagai penghasil porang terbesar di dunia. Di sela-sela tanaman keras warga bisa tanam tumbuhan porang”, harapnya.

Terkait kondisi pegunungan kendeng yang gundul, Ketua BNPB menjelaskan bahwa saat ini ada 12 ribu hektar lahan kritis di wilayah tersebut.

“Butuh sekitar 4,8 juta pohon untuk menghijaukan kembali wilayah ini”, tegasnya.

Apabila penghijauan berhasil, ia percaya bahwa banjir bandang yang sering terjadi di Sukolilo dan Kayen dapat berkurang.

“Saat ini di hulu gundul, air hujan nggak ada resapan. Sementara itu ada sedimentasi sungai, jadinya sungainya dangkal”, ucap Doni.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Bupati Pati Haryanto menyampaikan laporan bahwa, belum lama ini pihaknya telah melakukan penghijauan. Ia pun mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNPB dan Gubernur Jawa Tengah yang telah turut memberikan perhatian untuk wilayah Pati Selatan.

Dalam kesempatan itu juga terungkap bahwa Karang Taruna Pati juga telah menanam 80 ribu pohon di berbagai lokasi.

Jelang berakhirnya acara, sebagai bentuk ajakan agar masyarakat mencegah banjir dengan tidak buang sampah sembarangan, tadi, di sepanjang jalan menuju tempat acara, Gubernur, Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) memunguti sampah plastik yang ada di lokasi penanaman yaitu di tempat wisata Lorodan Semar, Desa Sumbersari Kecamatan Kayen. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *