Bermula Jadi “Botoh” Pilkades, Warga Kecamatan Kradenan Grobogan Diringkus Polisi Rembang Edarkan Uang Palsu

oleh -366 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Jajaran Satreskrim Polres Rembang berhasil meringkus tersangka pengedar uang palsu (upal) belum lama ini. Tersangka yakni SAW (40), warga Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan saat akan melakukan aksi haramnya sebagai botoh atau yang akrab disebut orang pedesaan sebagai petaruh dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Rembang pada 6 November 2019 beberapa waktu lalu.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto mengatakan, pengungkapan peredaran uang palsu di Rembang bermula dari laporan masyarakat yang dirugikan oleh tersangka saat akan 

“Saat itu tersangka semula akan taruhan Pilkades serentak pada 6 November silam. Kemudian, tersangka bertemu dengan salah seorang warga Desa Ronggo berinisial SP di Pasar Krikilan Sumber,”ungkap Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto saat jumpa pers di halaman Reskrim, Senin (2/12/2019). 

Dolly melanjutkan, tersangka dan SP sepakat taruhan Rp5 juta. Karena uang SP kurang, dia pinjam ke SR. Selanjutnya uang taruhan Rp10 juta dibawa SR. 

“Nominal Rp5 juta dari SP dibawa tersangka. Tak lama kemudian, teman SR berinisial SJ yang mau tukar uang Rp3 juta dengan pecahan Rp20.000,”ucap dia saat jumpa pers.

“Saat itu juga SJ curiga, sebab uang pecahan Rp20 ribu yang diterimanya palsu. Selanjutnya SJ menyampaikan hal itu ke SR. SR lalu memeriksa uang taruhan yang masih terbungkus plastik. Karena curiga uang itu palsu, selanjutnya SR melaporkan kasus itu ke Polres Rembang,” terang AKBP Dolly.

Dari laporan itu, selanjutnya pihak kepolisian lalu memburu tersangka. Tersangka berhasil ditangkap di Solo pada Selasa (11/11/2019).

Dari penangkapan itu, pihak Kepolisian berhasil mengamankan barang bukti uang palsu. Yakni berupa 40 lembar uang kertas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2014 dan 300 lembar uang kertas pecahan Rp20.000 tahun emisi 2004. 16 lembar uang kertas palsu pecahan Rp100.000 tahun emisi 2014, 136 lembar uang kertas pecahan Rp50.000 tahun emisi 2016 dan 2005 , 133 lembar uang kertas pecahan Rp20.000 tahun emisi 2004 serta satu lembar uang kertas pecahan Rp10.000 tahun emisi 2005.

Selain itu, polisi juga mengamankan sepada motor Honda Beat milik pelaku yang digunakan saat transaksi.

“Tersangka dikenakan pasal 36 Undang UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 50 miliar,” imbuh Kapolres Dolly.

Atas kasus ini, Kapolres Dolly mengimbau kepada segenap masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menerima uang, apalagi dalam waktu dekat akan ada gelaran Pilkada 2020 dan kegiatan lain yang sifatnya transaksional.

“Kami mengimbau semua warga untuk lebih berhati-hati. Biasanya pelaku memanfaatkan momentum seperti Pilkades dan Pilkada untuk melancarkan aksinya. Masyarakat harus cermat dan teliti,” tandasnya.

Saat ini Polres Rembang tangah melakukan pengembangan atas kasus ini guna membongkar jaringan yang terlibat dalam kasus peredaran upal di Rembang. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *