Beredar Video Dugaan Ajakan Pilih Cabup di Tempat Pendidikan Anak-anak, Cabup Nomor 2 Dilaporkan ke Bawaslu

oleh

Seputarmuria.com, REMBANG – Beberapa warga Rembang melaporkan dugaan kampanye atau ajakan memilih calon nomor 2 (Hafidz – Hanies) pada Pilkada 2020 ke Bawaslu Rembang, Jumat (16/10/2020) pagi.

Laporan itu didasari oleh beredarnya cuplikan video yang marak di media sosial. Yakni tepatnya di tempat pendidikan anak-anak yang diduga kuat dilakukan oleh calon Bupati incumbent nomor urut 2, Abdul Hafidz.

Video berdurasi 32 detik, calon Bupati Abdul Hafidz berada di sebuah ruangan taman kanak-kanak.

Hanya saja, untuk alamat lengkap tempat pendidikan dan kapan beredarnya video di medsos tersebut, saat ini masih dalam investigasi.

Dari pantauan media terhadap video itu, kondisi saat itu berada di dalam ruang kelas. Bahkan terlihat ruangan itu berwarna-warni dan ada sedikit corak pelangi.

Bahkan suasana video itupun ada belasan orang wanita duduk lesehan serta ada yang sembari berdiri sambil mendengarkan sambutan yang diduga Abdul Hafidz.

Tak hanya itu, dalam video itu juga terdengar bahwa Hafidz menyebutkan kalau diberi uang, diterima saja.

“Jenengan sampaikan saja, nek dikeki duwik, yo kudu ditampani. Nek kon nyoblos, dicoblos pak…..,”ucap Hafidz.

Kemudian para hadirin pun menjawab dengan nada keras dan serempak serta memanjang.

“Pak Hafidz……..,”jawab ibu-ibu yang duduk lesehan di dalam kelas dengan nada panjangnya.

Belum diketahui siapa warga yang merekam video tersebut. Namun terlihat perekam video berada di luar, tepatnya di depan pintu kelas.

Setelah potongan video itu beredar di media sosial, beberapa warga Rembang mendatangi kantor Bawaslu Rembang untuk melaporkan dugaan kampanye di fasilitas pendidikan.

Saat ditanya wartawan, salah satu perwakilan, Charis Kurniawan pun menyatakan laporannya itu ada dugaan pelanggaran kampanye di tempat pendidikan.

“Pertama dugaan tentang kampanye di fasilitas pendidikan, itu secara formalnya memang kami laporkan, “ kata Charis.

Menurutnya, ada yang lebih urgent dalam laporan itu. Salah satunya ialah soal ucapan atau sambutan itu. Yakni dapat meresahkan bagi pihaknya. Mengingat dalam video itu juga terucap kata-kata soal diberi beras 15 Kg, buah dan lauk pauk.

“Saya tak memiliki kapasitas untuk menafsirkan, tetapi mendesak supaya Bawaslu menindaklanjuti,”kata Charis.

“Kami sangat concern terhadap isyu-isyu di potongan video yang bagi kami cukup meresahkan. Biar Bawaslu melakukan tugasnya, investigasi dan memberikan hasil yang adil, “ imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Rembang, Amin Fauzi menjelaskan pihaknya mempunyai waktu 5 hari, untuk melakukan klarifikasi dan pengumpulan bahan keterangan.

Apabila nantinya syarat formil materiil terpenuhi, baru bisa menentukan arahnya pelanggaran pidana atau administrasi.

“Benar, yang dilaporkan calon Bupati atas nama Abdul Hafidz. Kita perlu kaji dulu, apakah formil materiilnya terpenuhi atau tidak, “ ungkap Amin.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Abdul Hafidz – Hanies Cholil Barro’, Zaimul Umam menanggapi atas laporan tersebut, pihaknya menyiapkan tim advokasi. Tim Hafidz – Hanies akan menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu.

“Saya tak perlu menanggapi banyak terkait laporan itu, kami serahkan kepada Bawaslu, “ tegas Umam. (Ed)

Point of Sales Lengkap
Catatan pembayaran Anda berantakan?
Aplikasi kasir Boskasir menyederhanakan proses penjualan usaha Anda dan mengelola transaksi lebih efisien.

All Device All Platform
Spesifikasi apa saja yang dibutuhkan ?
Minimal RAM 4GB, Spesifikasi lainnya bebas. Support semua OS : Windows, Linux, Android, IOS, Mac OS, Dll. Support Semua Device : PC, Laptop, HP, Tab, Dll.

Kami juga menyediakan jasa input data barang, sangat memudahkan owner bisnis. KLIK www.boskasir.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *