Berawal dari Merintis, Kini Berbuah Manis

oleh -802 views

Haniatur Rosyidah, designer muda tata busana

Seputarmuria.com, PATI – Bakat maupun ketrampilan dalam merancang busana masih dirasa kurang bagi perempuan bernama lengkap Haniatur Rosyidah. Yakin dan berani membuatnya semakin percaya diri dalam menciptakan brand busana muslimahnya sendiri.

Hani, begitu sapaan akrabnya yang saat ini sedang menekuni ketrampilannya menjadi seorang designer, tengah mengembangkan busana – busana mahakaryanya.

Ketrampilannya ini semakin berkembang ketika ia berani menciptakan brand sendiri H|R The Label sekitar 2 tahun yang lalu yaitu 2017.

“Brand ini saya ciptakan lebih tepatnya saat masih kuliah semester 6”, ujar Hani.

Tak hanya mampu menghasilkan karya – karya busana terbaiknya, berbagai event pun telah diikuti Hani ketika ia merintis bakat terpendamnya di kota Yogyakarta.

‚ÄúPernah jadi sponsored wardrobe juga fashion show ketika mendapat undangan dari Ayuna Models Manajemen di Lippo Plaza. Fashion show di Sahid J Walk Mall, sponsored dan fashion show undangan dari Wardah Beauty dalam acara pemilihan Miss Inspiring Wardah serta erja sama dengan @nwsjogja untuk support dan pembuatan wardrobe pas mereka lagi promo tampil di JCM wedding Expo”, ungkap perempuan lulusan UNY Jurusan S1 Pendidikan Teknik Busana.

Menurut Hani, dari berbagai event yang telah diikuti, memang tak selamanya menguntungkan secara materi. Namun, keuntungan yang ia dapatkan pun ada banyak, yaitu bisa promosi tidak hanya secara online lewat instagram saja, tapi juga promosi secara langsung.

“Disetiap acara, logo aku pasti di tampilin di layar selama acaranya berlangsung. Selain itu juga tampil di postingan instagram masing – masing event. Bahkan, tak sedikit yang memberi apresiasi seperti parcel oleh para donatur maupun sponsored di event tersebut”, imbuhnya.

Diakui Hani, selama ini ia hanya menggunakan media sosial untuk promosi, silakan cek @hrthelabel.id via Instagram Untuk pemesanan hubungi kontak wa 085339387991.

Dari event yang diikuti, lanjut Hani, layaknya simbiosis mutualisme. Ia menerangkan bahwa, dengan adanya event tersebut, menghasilkan kerja sama dengan pihak yang bersangkutan. Hani yang membuat bajunya serta memberikan diskon karena adanya kerjasama dengan penyelenggara.

“Terkait konsumen, sejak awal merintis hingga sekarang ialah mulai mahasiswa, ibu – ibu, keluarga dari usia 17 – 40 tahun. Tak sedikit juga yang minta dibikinkan untuk laki – laki. Soalnya pada pesen dress kan. Terus minta dibikinin couple sama suaminya”, jelasnya.

Percaya dengan kualitas hasil ciptaannya, Hani mengaku bahwa karyanya tersebut memang untuk kalangan menengah keatas. Oleh sebab itu harganya pun menyesuaikan. Sampai saat ini, ia mendapat konsumen paling jauh dari Jayapura dan Aceh.

“Sambil menunggu adanya event – event selanjutnya, saat ini lebih banyak waktu terhabiskan memproduksi busana – busana pesanan konsumen”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *