Belasan Motor di Dinas Pertanian Ludes Dilalap Si Jago Merah

oleh -200 views

┬áSeputarmuria.com, REMBANG – Belasan sepeda motor yang terparkir di dekat bekas rumah dinas kepala dinas terbakar di area kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Senin (14/10) siang.

Dari informasinya, api pertama kali diketahui oleh Deddy Prasetyo salah satu Staf Dinas setempat  dari atap bangunan bekas rumah dinas.

Kepada wartawan Dedy Prasetyo, menuturkan, sekitar pukul 12.50 WIB, puluhan staf yang baru selesai istirahat siang panik melihat kepulan asap tebal dari atap bangunan.

Tak berselang lama,api berkobar dengan cepat. Para pegawai pun langsung berlarian menyelamatkan puluhan kendaraan yang parkir di sisi bangunan. 

Kemudian, seorang staf yakni Fahrurozi berusaha ikut memadamkan api namun jatuh pingsan akibat sesak nafas.

“Ada empat mobil dinas parkir, yang dua berhasil diselamatkan. Tapi banyak sepeda motor tidak sempat kita bawa karena asapnya sudah tebal, kebetulan di sebelahnya untuk parkiran. Tadi ada staf yang pingsan juga,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemadam kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Rembang, Wiyoto, menyatakan, 17 personil anggota damkar, 2 blangwir dan empat mobil tangki langsung dikerahkan. Pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 12.59 WIB.

“Karena jaraknya dekat dan lalu lintas lancar bisa langsung kita padamkan. Tapi tadi sempat bolak-balik suplai air, karena apinya besar,” kata dia.

Informasi yang dihimpun di lapangan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun api meludeskan sebanyak 13 unit sepeda motor dan 2 unit mobil minibus yang parkir di sebelah eks rumah dinas. 

Adapun penyebab kebakaran masih menjadi teka-teki. Apalagi bangunan yang terbakar sudah lama dalam keadaan kosong. Rencananya, rumah bekas rumah dinas Kepala Dintanpan tersebut akan dijadikan Musala.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto, melalui Kapolsek Kota AKP Haryanto, mengaku masih menyelidiki, serta menghitung kerugian akibat insiden tersebut. “Untuk penyebab pastinya belum diketahui, baru akan penyelidikan, nanti ditangani dari tim Inafis,” tandasnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *