Begini Penjelasan oleh Pihak Pereklamasi Pelabuhan Rembang saat ini

oleh

Suasana lokasi pelabuhan Rembang terminal Sluke.

Seputarmuria.com, REMBANG – JAWA TENGAH – Aktivitas pekerjaan pelabuhan Rembang terminal Sluke menjadi sorotan publik dewasa ini.

Terlebih lagi pelabuhan tersebut kini juga bergulir di ranah hukum. Pihak pereklamasi pelabuhan setempat pun buka suara dan menjelaskan dengan gamblang.

Salah satunya, PT Amir Hajar Kilsi (AHK), melalui bagian humas perusahaan, Prih Haryanti menjelaskan, perusahaan yang dinaunginya itu murni berkedudukan sebagai investor di pelabuhan Rembang terminal Sluke.

“Dalam hal ini, PT AHK telah melakukan reklamasi di area pelabuhan Rembang terminal Sluke atas ijin dan amanat dari kepala daerah setempat,” terang Prih, Kamis (14/10/2021).

Beberapa waktu lalu, kantor PT AHK dan sejumlah perusahaan lainnya, digeledah oleh Bareskrim Mabes Polri. Penggeledahan tersebut diduga berkaitan dengan kasus pelabuhan Rembang terminal Sluke.

“Dalam surat tugas penggeledahan, tertulis bahwa dugaan tindak pidana korupsi, yang artinya adalah dugaan kerugian keuangan negara. Sedangkan dalam hal ini, PT AHK yang digeledah murni perusahaan swasta yang berposisi sebagai investor dalam upaya reklamasi pelabuhan umum Rembang terminal Sluke,” terangnya.

“Kita sebagai swasta berstatus sebagai pelaku reklamasi, memberikan fasilitas penuh atas kegiatan penggeledahan tersebut dan kooperatif. Karena disebutkan, adanya indikasi merugikan keuangan negara. Swasta, sejak awal pun tidak ada sangkut pautnya dengan keuangan negara. Kalau posisi BUMD, itu memang ranahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum PT AHK, Nanda Andriansyah menyebutkan, saat ini proses hukum PT AHK terkait aktivitas reklamasi di pelabuhan Rembang terminal Sluke bergulir di Badan Arbitrase Nasional (BANI).

“Saat ini persidangan di BANI sedang dalam proses pemeriksaan majelis Arbitrase dengan nomor perkara 43067/XI/ARB- BANI/2020,” kata Nanda.

Menurutnya, dalam polemik yang terjadi saat ini, PT AHK sudah melaksanakan kewajiban sesuai Perjanjian dengan PT RBSJ untuk melakukan pekerjaan Reklamasi Tahap 1 dan Tahap 2.

“Bahwa PT AHK sebelum melakukan upaya upaya ke BANI sudah berusaha menyelesaikan perselisihan dengan cara musyawarah dan upaya2 yang dibenarkan menurut peraturan perundangan undangan yang berlaku,” terangnya.

“Bahwa PT AHK mempunyai iktikad baik sebagai Investor untuk menyelesaikan perselisihan dengan PT RBSJ sesuai isi Perjanjian kerjasama Investasi yang sudah disepakati diantaranya melalui BANI,” lanjutnya.

Di sisi lain, PT AHK saat ini juga tengah memohon perlindungan hukum dari kepala divisi hukum Mabes Polri. Hal itu dilakukan untuk meluruskan proses hukum yang saat ini telah berlangsung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aparat Penegak Hukum (APH) tepatnya Bareskrim Mabes Polri melakukan penyelidikan di wilayah Kabupaten Rembang.

Di mana para APH itu menyelidiki sejumlah kantor perusahaan yang didatangi tim dari kepolisian tersebut pada Selasa (7/9/2021).

Dalam penyelidikannya ada sejumlah kantor yang didatangi. Dari pantauan media Selasa (7/9/2021) siang, mereka melakukan penggeledahan di kantor yang ada di Jalan raya Rembang – Lasem kilometer 5 Desa Punjulharjo Kecamatan kota Rembang.

Kemudian penggeledahan juga dilakukan di kantor perusahaan yang berada di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, Rembang.

Hanya saja, saat media bermaksud mendatangi lokasi, pihak kantor setempat langsung menutup gerbang.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menyebut, giat tersebut dilakukan oleh tim dari Bareskrim Polri.

Dia menuturkan bahwa Polres Rembang dalam hal tersebut bersifat memonitor dan memback up kegiatan tersebut.

“Dari Bareskrim. Dalam hal ini Polres Rembang monitor dan memback up,” papar Dandy dikonfirmasi, Selasa (7/9/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Pamotan, Aang Mashuri membenarkan adanya penggeledehan di kantor perusahaan yang diselidiki polisi.

Kantor tersebut memang berada di wilayah Desanya. Sehingga menurut Aang, pihak Pemdes ikut mendampingi proses penyelidikan tersebut.

“Itu dari Mabes Polri. Saya memang diminta untuk menyaksikan saja, bahwa mereka dari kepolisian, saya tanya suratnya mana. Ternyata dari mabes. Terkait penyelidikan begitu,” kata Aang dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (7/9/2021) sore.

Di sisi lain, ia menyebut, ada 14 personel yang terlibat dam penyelidikan tersebut.

Hanya saja, dalam giat tersebut hanya ditemui oleh karyawan kantor sehingga kemudian rombongan diarahkan ke Rembang.

“Ada dari Mabes itu ada 2 mobil, total 14 orang, plus personil dari Polres. Terkait ada kasus apa, intinya dari Pemdes ikut mendampingi saja. Penyelidikan agendanya. Ditemui oleh orangnya perusahaan, di Pamotan kemudian berangkat ke Rembang karena barang-barangnya ada di Rembang,” terangnya. (Ed)

Point of Sales Lengkap
Catatan pembayaran Anda berantakan?
Aplikasi kasir Boskasir menyederhanakan proses penjualan usaha Anda dan mengelola transaksi lebih efisien.

All Device All Platform
Spesifikasi apa saja yang dibutuhkan ?
Minimal RAM 4GB, Spesifikasi lainnya bebas. Support semua OS : Windows, Linux, Android, IOS, Mac OS, Dll. Support Semua Device : PC, Laptop, HP, Tab, Dll.

Kami juga menyediakan jasa input data barang, sangat memudahkan owner bisnis. KLIK www.boskasir.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *