Batik Pesantenan, Batik dengan Motif Kekinian

oleh -2,229 views

Seputarmuria.com, PATI – Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terdapat industri batik tulis yang ternyata mencoba mengambil ‘jalan lain’ , tidak seperti batik – batik pada umumnya yang ada di wilayah Pati. Ya, jika masyarakat selama ini mengenal batik tulis berasal Kecamatan Juwana, ada lagi batik yang lahir diluar lingkungan industri batik.

Sebut saja Bu Tri Puji Astuti, wanita asli Pati ini dengan kebulatan tekad dan optimisme, mendirikan usaha batik tulis asli Pati dengan nama ‘Batik Pesantenan Pati’. Berlokasi di Desa Mojomulyo, Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, bu Puji membuka usaha di tengah masyarakat yang masih sangat awam akan industri batik.

Batik Pesantenan Pati ini berdiri sejak Juni tahun 2013 yang mana tujuan dan niat awal berdirinya industri ini yaitu untuk pemberdayaan perempuan yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya tersebut.

“Nama Batik Pesantenan Pati sendiri muncul ketika saya menengok sejarah Pati ketika zaman Majapahit. Pesantenan, mengandung nilai sejarah, sedangkan untuk batik merupakan warisan budaya dari nenek moyang yang bertahan sampai dengan sekarang. Oleh sebab itu, untuk mengkombinasikan antara sejarah dan budaya, saya membuat nama industri batiknya yakni Batik Pesantenan Pati”, ungkapnya.

Di tengah jalannya usahanya itu, Bu Puji bertemu dengan seorang teman yang ternyata ahli di bidangnya. Pertemuan tersebut, Bu Puji mendapat banyak saran dan masukan atas usahanya itu. Bu Puji pun mendapat saran dan inovasi untuk batik tulis di Pati agar bisa menciptakan hal yang berbeda dari yang lain.

“Saya berinovasi membuat industri batik tulis dengan menggunakan canting elektrik, bukan canting – canting seperti yang biasanya. Dengan inovasi ini, tanpa menunggu waktu lama, Bu Puji pun mengganti canting yang biasa, menjadi canting elektrik. Pada awal pergantian canting ini, memang mengalami tingkat kesulitan”, imbuhnya.

Sebab, menurutnya, untuk membatik dengan menggunakan canting biasa saja, para pekerja masih belum lihai dan terbiasa, apalagi malah diganti dengan canting yang elektrik.

Bu Puji mengakui bahwa selain menjamurnya industri batik yang ada di Kabupaten Pati, kualitas serta hasilnya juga bagus – bagus. Oleh karena itu, Bu Puji mempunyai strategi pemasaran tersendiri guna mengembangkan usaha batiknya tersebut.

“Yaitu, saya harus mempunyai ciri khas yang benar – benar berbeda antara satu dengan yang lain. Kedua, bu Puji harus mempunyai motif yang beda dengan yang lain, ketiga adalah pewarnaan yang juga berbeda dengan yang lain”, jelasnya.

Selain itu, guna menarik kepercayaan dari para konsumen, Bu Puji menunjukkan tentang kualitas kain, teknik pewarnaan, serta motif yang beda dan tidak pasaran serta tidak banyak pemakainya. Ada batik dengan kualitas yang biasa hingga kualitas yang tinggi.

“Untuk kualitas yang tinggi, tidak hanya pada kain dan pewarnaan, namun juga motifnya. Seperti motif kuluk, naga, vespa, bunga, ikon – ikon di Pati, bahkan juga motif Batman yang bahkan tidak terpikirkan sebelumnya”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *