Ablasio Retina Tak Hentikan Langkah Risma Menulis Fiksi, Naskahnya Berhasil Diadaptasi Menjadi FTV

oleh -177 views

Seputarmuria.com, PATI – Jawa Tengah – Pertengahan 2022, Risma Ridha Anissa (31), lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengurung diri di kamar. Perempuan asal Ungaran ini menangisi diri. Dia takut tidak bisa lagi menjalani aktivitas yang dia senangi: menulis fiksi.

Risma adalah penulis novel yang boleh dibilang cukup produktif. Karyanya cukup banyak. Ada delapan judul novel yang sudah diterbitkan.

Ketakutan Risma bukan tanpa alasan. Pada Juli 2022, dia menjalani operasi mata. Mata kiri Risma mengalami gangguan kesehatan yang disebut ablasio retina.

“Awalnya saya kalau lihat tulisan jadi miring. Lihat wajah orang juga kelihatan tidak simetris. Lalu saya cek di dokter mata. Awalnya mau Lasik, tapi ternyata mata kiri saya ablasio retina, syaraf retina renggang,” ucap dia via sambungan telepon, Kamis (22/2/2024).

Oleh dokter, Risma diberitahu bahwa tindakan operasi sekali pun tidak bisa mengembalikan keadaan matanya seperti sedia kala. Setelah pulih, penglihatannya tidak akan sejernih dahulu.

Setelah operasi, masa penyembuhan berlangsung sekira tiga bulan. Selama tiga bulan itulah dia kerap menangis sambil mengurung diri di kamar.

“Di benak saya terlintas keraguan, apakah saya bisa tetap menulis dengan keadaan penglihatan yang terganggu. Saya takut tidak bisa menulis lagi. Apalagi selama ini menulis jadi semacam pelarian saya dari dunia nyata ketika sedih dan kecewa,” ungkap perempuan yang hobi menulis sejak masih SD ini.

Meski dilanda kegundahan dan kesedihan begitu berat, Risma berdoa dan berupaya untuk bisa tetap menulis.

Dukungan para pembaca, juga dokter yang menanganinya, jadi suntikan semangat baru bagi Risma.

“Dokternya ramah banget, saya disemangati untuk tetap menulis,” kata dia.

Saat semangatnya kembali tumbuh, anugerah dari Yang Mahakuasa mendatangi Risma. Dua novel karyanya dilirik oleh rumah produksi untuk dialihwahanakan menjadi tayangan audio-visual. Naskahnya diadaptasi jadi film televisi (FTV) dan drama serial.

“Saat saya terpuruk, malah ada kabar bahwa novel saya yang berjudul ‘Story Callin(g)’ sudah tayang dan novel ‘Happy Birth-Die’ dilirik rumah produksi. Ini anugerah dari Tuhan. Saya seperti disadarkan untuk tidak meragukan skenario dari Yang di Atas,” kisah Risma.

Novel Story Callin(g) yang mulai ditulis Risma pada 2020 tayang sebagai FTV pada 2022 setelah digarap rumah produksi Singapura, Mediacorp. FTV tersebut ditayangkan salah satu saluran televisi di Negeri Singa.

Adapun karya Risma yang berjudul Happy Birth-Die saat ini masih tayang secara berseri di platform Vidio Original Series.

Mulai 12 Januari 2024, Happy Birth-Die tayang di platform Vidio. Episode baru dirilis tiap Jumat. Ada total delapan episode. Series ini sempat jadi trending nomor 1 di Vidio.

Risma menjelaskan, Happy Birth-Die mengisahkan sosok perempuan bernama Pijar (diperankan Natasha Wilona) yang punya kemampuan melihat kematian dari orang-orang yang sedang berulang tahun. Suatu hari dia bertemu laki-laki bernama Heksa (Emir Mahira). Pijar terkejut dan penasaran ketika mendapati bahwa hanya Heksa satu-satunya orang yang tidak bisa dia lihat kematiannya.

Risma mendapat inspirasi untuk menulis cerita itu ketika suatu saat dia makan di sebuah restoran ayam. Saat itu ada anak-anak yang tengah merayakan ulang tahun di sana.

“Saya berpikir, kenapa orang-orang suka merayakan ulang tahun. Padahal ketika berulang tahun, jatah usianya di dunia berkurang. Saya lalu kepikiran bikin cerita bertema ulang tahun dan kematian,” jelas Risma.

Akhirnya, pada 2019, Risma mulai menulis cerita Happy Birth-Die. Cerita itu dia ikutkan dalam kompetisi menulis yang diadakan salah satu penerbit di platform daring Wattpad.

“Saya bersyukur ternyata banyak pembaca yang suka dan memberi respons positif. Bahkan masuk trending nomor satu genre horor. Padahal penerbit (yang mengadakan lomba) biasanya menerbitkan novel romansa yang manis-manis,” ungkap Risma.

Novel Risma yang lain, Story Callin(g), juga awalnya dipublikasikan di Wattpad. Kedua novel Risma tersebut mendapat banyak perhatian dari pembaca. Happy Birth-Die sudah dibaca 3,4 juta kali. Sementara Story Callin(g) 783 ribu kali.

Atas kepopulerannya di Wattpad, kedua karya Risma itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku cetak dan pada akhirnya dilirik rumah produksi film.

Menurut Risma, adaptasi novel jadi film atau drama serial tidak hanya memberikan keuntungan material bagi penulis.

“Nama penulis dan penerbit juga ikut terangkat. Sebab penonton yang awalnya tahu dari series jadi tertarik baca novelnya juga,” ucap dia.

Bagi Risma, sepotong kisah hidupnya ini memberikan pelajaran bahwa manusia tidak semestinya berburuk sangka pada takdir Tuhan. Di ujung musibah atau kesulitan, selalu ada takdir indah yang disiapkan Tuhan bagi mereka yang mau berdoa dan berusaha. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *