60% Kualitas Kopi Berasal dari Petani

oleh -16,424 views

Seputarmuria.com, PATI – Sebagai masyarakat Pati, mungkin sebagian besar belum mengetahui bahwa di Kabupaten Pati ternyata merupakan salah satu daerah dengan produksi kopinya yang cukup besar.

Untuk diketahui bahwa total luas lahan kopi mencapai lebih dari 2.200 hektar. Dan rata – rata kuantitas panen berkisar 700 – 1.500 kg/hektar setiap tahun. Sehingga apabila dijumlahkan, maka akan mencapai lebih dari 1,5 juta kilogram atau 1.500 ton per tahunnya.

Padahal ada ribuan hektar lahan kopi di 4 kecamatan Gembong, Tlogowungu, Cluwak, Gunungwungkal. Potensi besar inilah yang sebenarnya masih belum diketahui banyak orang.

Kenji (40) salah satu petani kopi asal Dukuh Pondokan, Desa Bageng, Kecamatan Gembong mengungkapkan bahwa awal mulai jadi dia menjadi petani kopi di tahun 1999, memang susah, tidak segampang yang dibayangkan. Hingga saat ini pun, meskipun ia menjadi pengepul kopi terbesar di Pati, ia tetap terus belajar menjadi petani yang handal.

“Kami menjadi pengepul 2006 hingga sekarang. Awalnya di daerah kami belum ada pengepul, oleh sebab itu, kami mencoba terobosan supaya di desa kami ada pengepul. Akhirnya kami mendapat pembeli dari beberapa kabupaten”, ujarnya saat ditemui di kediamannya yang juga tempat mengolah kopi, Kamis (22/8/2019).

Berbicara tentang kualitas kopi, Kenji menyebut bahwa kualitas yang paling pokok dan pertama ialah dari petani kopinya. Yaitu, petani harus paham dari penanamannya, jenisnya, cara perawatan, semua harus benar – benar tahu.

“Selain itu, petani juga harus memahami karakter kopi. Kemudian bagaimana mengolahnya, petani harusnya paling tahu dalam hal itu”, tegasnya.

Dari pengalaman yang selama ini telah dia alami, apabila di persentasekan, kualitas kopi yang bagus yakni 60% penentu kualitas kopi ada di petani, kualitas roasting dari produsen 30% serta barista 10%.

“Kita juga menyuplai bahan 3 hingga 5 ton ke pabrik yang ada di Kudus dan Solo. Selain itu, ada lahan yang kita kelola di Pati, Kudus dan Jepara”, pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang juga sebagai pelaku usaha memberi tanggapan, bahwa di Pati memang banyak pelaku usaha di bidang kopi. Salah satu diantaranya ialah Kenji.

Menurutnya, ia memang salah satu orang yang kreatif, bagaimana selalu berusaha meningkatkan perekonomian dengan usaha kopinya tersebut.

“Bahkan saya pernah beberapa kali membeli kopi Kenji yang kemudian saya kirim ke luar daerah. Dan saya akui bahwa di daerah mas Kenji, Kecamatan Gembong memang salah satu daerah dengan produksi kopi tertinggi di Pati”, ujarnya.

Selain mengapresiasi produk kopi lokal, ia pun menegaskan bahwa masyarakat memang harus mengetahui bahwa kopi merupakan potensi besar di Pati. Terlebih saat ini banyak pelaku usaha maupun UMKM yang bergerak di bidang kopi. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *