2,6 Milyar Digelontorkan untuk Beasiswa Prestasi

oleh -12 views

Seputarmuria.com, PATI – Bupati Pati Haryanto menyerahkan bantuan beasiswa transisi bagi murid berprestasi yang kurang mampu tingkat SD dan MI serta SMP dan MTS tahun 2020 di Kabupaten Pati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Winarto mengatakan bahwa tujuan pemberian beasiswa ini ialah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi murid berprestasi yang kurang mampu.

“Selain itu, sebagai upaya mengantisipasi agar tidak terjadi putus sekolah di jenjang SD, MI, SMP dan MTS di Kabupaten Pati”, ujarnya saat menyampaikan laporan yang bertempat di Ruang Penjawi Setda Pati, Senin (29/6/2020).

Sumber dana beasiswa berasal dari APBD Pati yang tertuang dalam DPA Hibah BPKAD tahun 2020.

Adapun jumlah bantuan yang diberikan yaitu SD/MI sebesar Rp 1.000.000 kepada 1382 siswa. Sedangkan untuk tingkat SMP/MTS sebesar Rp 1.500.000 kepada 820 siswa. Sehingga total beasiswa yang diberikan sebanyak Rp 2.612.000.000.

Winarto mengucapkan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten yang selama ini telah memberikan perhatian dalam bentuk bantuan mulai dari tingkat KB/TK, SD/MI, SMP/MTS, Guru Madin, pengelola takmir dll.

“Kita perlu memahami bahwa dalam bantuan yang diberikan ini, terkandung makna motivasi dan tanggunf jawab. Tanggung jawab disini artinya ialah agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya”, ucapnya.

Dalam pelaksanaan penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis dan terbagi menjadi dua sesi. Hal ini lantaran diterapkannya protokol kesehatan sehingga siswa yang datang untuk menerima bantuan tak lebih dari 50 orang.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto dalam arahannya mengatakan bahwa bantuan yang telah disalurkan langsung ke rekening penerima agar dapat digunakan dengan sebaik – baiknya untuk hal yang bermanfaat.

“Jangan digunakan untuk hal yang tidak perlu. Terlebih bahwa kegiatan belajar mengajar masih secara virtual. Selain itu, sesuai dengan surat edaran dari Kemendikbud, bahwa KBM secara virtual berlangsung hingga awal tahun 2021. Sebab, yang telah diizinkan pelaksanaan belajar mengajar secara tatap muka baru 85 kabupaten / kota yang zonanya hijau”, jelasnya.

Bupati mewanti – wanti kepada para siswa agar tidak perlu bepergian apabila tidak punya kepentingan. Sebab, meskipun kondisi pandemi di Pati cenderung melandai, namun saat ini masih dikepung oleh daerah – daerah lain yang jumlah kasus covid – 19 mengalami peningkatan.

“Mengapa di tengah pandemi kita tetap melaksanakan kegiatan semacam ini, sebab agar kita tidak dianggap diam saja dan tidak melakukan sesuatu”, imbuhnya.

Bupati menegaskan, belum diizinkannya kegiatan belajar mengajar tatap muka, karena pihak berwenang pun tidak mau apabila muncul kluster covid baru dari siswa. Apabila hal tersebut terjadi, tentu jumlahnya tidak terkira. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *