24 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Masing – masing 3 Juta

oleh -404 views

Seputarmuria.com, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menyalurkan bantuan sosial kepada 24 penyandang disabilitas, Selasa (3/12/2019).

Masing-masing menerima bantuan uang senilai Rp 3 juta.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati di Aula Hotel Gitrary Perdana Pati.

Saiful Arifin menyebut, meski nominalnya tak seberapa, bantuan ini merupakan bentuk sumbangsih Pemkab Pati bagi para difabel.

Tak hanya ingin adanya slot pegawai atau karyawan bagi penyandang disabilitas, Safin juga berharap pihak swasta untuk mengalokasikan CSR-nya bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan.

“Terpenting adalah kita beri teman-teman penyandang disabilitas ini kesempatan. Kita beri ruang gerak. Kita kuatkan, agar mereka bisa berkarya positif. Karya yang mungkin tidak bisa dilakukan yang fisiknya normal,” ujar pria yang akrab disapa Safin ini.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memotivasi para difabel agar tidak patah semangat dan menjauhi mental minder.

Ia pun menegaskan bahwa Tuhan menciptakan setiap manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Karena itu, fokuslah pada kelebihannya. Jangan pada kekurangannya. Mari kita hargai sisi kelebihan teman-teman disabilitas,” imbaunya.

Sementara itu Kepala Dinsos Pati Subawi menambahkan, penyaluran bantuan sosial bagi penyandang disabilitas ini merupakan tahap kedua pada 2019.

Pada tahap pertama, telah dilakukan penyerahan bantuan serupa kepada 115 difabel. Nominalnya pun sama, Rp 3 juta per orang.

“Sehingga, sepanjang tahun 2019, sebanyak 139 penyandang disabilitas telah menerima bansos. Dan total nilainya Rp 417 juta,” jelasnya.

Dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini, ada pula kegiatan workshop bertajuk “Pemenuhan Hak Disabilitas Tuli dalam Layanan Publik”.

Subawi menyebut, Workshop ini bertujuan memberi pemahaman bagi instansi publik, terutama petugas pendaftaran atau informasi, agar mengetahui bahasa isyarat.

“Dengan harapan dapat memberi pelayanan sesuai yang diharapkan penyandang tuli,” ucapnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *